Rafflesia: Bunga Raksasa yang Langka

By | December 2, 2012

Oleh-oleh perjalanan ke Kota Curup kemarin. Tanpa sengaja di tengah perjalanan tepatnya saat memasuki Kota Kepahiang Propinsi Bengkulu saya bersama teman-teman tanpa sengaja melihat sebuah sepanduk pemberitahuan tentang adanya Bunga Rafflesia sedang mekar. Kebetulan sekali, saya yang sudah lama penasaran ingin melihat langsung salah satu tumbuhan langka ini mampir untuk melihat.
Dengan berjalan kaki masuk ke dalam hutan kira-kira sejauh 300 m  dari jalan raya, melewati jalan setapak yang licin dan dipandu oleh seorang penunjuk jalan kami sampai ke tempat tujuan dimana bunga ini sedang mekar sempurna. Rasa lelah melewati jalan yang curam terbayarkan dengan melihat kecantikan bunga langka ini.
Rafflesia merupakan genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan dalam sebuah ekspedisi di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr.Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung MalayaKalimantanSumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak memiliki batang, daun ataupun akar yang sesungguhnya. Rafflesia merupakan endoparasitpada tumbuhan merambat dari genus Tetrastigma (famili Vitaceae), menyebarkan haustoriumnya yang mirip akar di dalam jaringan tumbuhan merambat itu. Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya adalah bunga bermahkota lima. Pada beberapa spesies, sepertiRafflesia arnoldii, diameter bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm. menurut informasi biasanya bunga ini mekar selama 8 hari, dan setelahnya akan layu dengan sendirinya.
Rafflesia adalah bunga resmi negara Indonesia dan menjadi icon Provinsi Bengkulu, karena jenis bunga ini memang sering dijumpai di kawasan hutan Bengkulu sebagai salah satu habitat aslinya. Kehadiran tumbuhan ini pun sering kali menarik minat ilmuwan dari penjuru dunia, sehingga ada yang sengaja dikonservasi seperti yang dilakukan di Kebun Raya Bogor.
Bagi yang penasaran ingin melihat langsung flora ini bisa sesekali datang langsung mengunjungi habitat aslinya di Provinsi Bengkulu. Dalam waktu-waktu tetentu kita dapat menjumpainya sedang mekar di kawasan hutan Bengkulu tepatnya di Kabupaten Kepahiang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *