Jangan Naikkan Harga Rumah Program Subsidi

By | April 13, 2014

Walaupun saat ini masih dibahas di Kementrian Keuangan, harga rumah program subsidi sudah diprediksi bakal mengalami kenaikan pada tahun 2014 ini. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pemberitaan oleh media yang menyebutkan bahwa kenaikan rumah program subsidi akan mencapai 30% dibandingkan harga lama tahun 2013. Dan tetap akan disesuaikan dengan beberapa zona pembagian harga.

Sebenarnya kenaikan harga rumah tersebut merupakan permintaan dari beberapa asosiasi pengembang perumahan di Indonesia, seperti Real Estate Indonesia (REI) yang menganggap perlu adanya kenaikan ini dengan pertimbangan kenaikan harga material bangunan, upah, dan harga tanah.
Tetapi jika dilihat dari tujuan penyediaan program subsidi perumahan adalah untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta mengurangi backlog perumahan yang mencapai 15 juta unit pada thaun 2013, maka hal ini tentu sangat bertentangan. Karena kenaikan harga tersebut belum tentu berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan masyarakat, sehingga dapat menyebabkan penurunan daya beli terhadap rumah yang harganya terus naik.
Untuk melihat tingkat daya beli masyarakat Indonesia adalah cukup sederhana, yaitu melalui pendekatan Upah Minimum di masing-masing Provinsi (UMP). Berdasarkan data yang kami dapat dari situs wikipedia, bahwa rata-rata UMP di seluruh Indonesia hanya pada angka 1.586.011,- per bulan.
Penetapan Upah Minimum Provinsi Tahun 2014 (dalam Rupiah)
No. Provinsi UMP
1. Aceh 1.750.000
2. Sumatera Utara 1.505.850
3. Sumatera Barat 1.490.000
4. Riau 1.700.000
5. Kepri 1.665.000
6. Jambi 1.502.230
7. Sumatera Selatan 1.825.600
8. Bangka Belitung 1.640.000
9. Bengkulu 1.350.000
10. Banten 1.325.000
11. DKI Jakarta 2.441.000
12. Bali 1.542.600
13. NTB 1.210.000
14. NTT 1.150.000
15. Kalimantan Barat 1.380.000
16. Kalimantan Selatan 1.620.000
17. Kalimantan Tengah 1.723.970
18. Kalimantan Timur 1.886.315
19. Gorontalo 1.325.000
20. Sulawesi Utara 1.900.000
21. Sulawesi Tenggara 1.400.000
22. Sulawesi Tengah 1.250.000
23. Sulawesi Selatan 1.800.000
24. Sulawesi Barat 1.400.000
25. Maluku 1.415.000
26. Maluku Utara 1.440.746
27. Papua 1.900.000
28. Papua Barat 1.870.000
Rata-rata 1.586.011
Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan rata-rata penghasilan yang didapat oleh MBR hanya berkisar 1,6juta per bulan. Dengan asumsi nantinya masyarakat akan membeli rumah melalui KPR,dengan perkiraan angsuran KPR yang wajar adalah sebesar 1/3 dari penghasilan, maka dapat disimpulkan meraka akan hanya mampu mencicil rumah dengan nilai KPR maksimal 65juta. (jika mengacu bunga KPR subsidi 7,25% dan jangka waktu hingga 20 tahun).
Dengan demikian jika masyarakat pembeli membayar Uang Muka sebesar 10 juta, maka harga jual yang layak adalah maksimal 75 juta per unit. Dan ini harusnya yang menjadi acuan pemerintah untuk menetapkan harga rumah program subsidi, karena lebih memihak pada kebutuhan masyarakat, bukan hanya kepada kepentingan bisnis pengembang yang mengharapkan keuntungan yang besar. Karena dengan kisaran harga tersebut, pengembang pun masih bisa menarik keuntungan dari penjualan rumahnya.
Oleh karena itu, dengan pertimbangan untuk terus mendukung program pemerintah untuk menyediakan rumah murah bagi masyarakat, ada baiknya agar harga rumah Program Subsidi pada tahun 2014 tidak naik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *